Tips Membedakan Jenis Rantai biasa, O-Ring dan X-Ring – Rantai merupakan salah satu komponen penggerak selain belt dan shaft. komponen ini memiliki jenis yang bervariasi. secara umum, ada dua jenis rantai, yaitu dengan ring atau tanpa ring. Ring atai cinci Ring itu biasanya terbuat dari baha karet dan berada diantara lempengan mata rantai. jenisnya pun ada dua, yakni O-ring dan X-Ring.

Rantai menjadi penghubung paling familiar. Penggunaan rantai diterapkan mulai dari sepeda motor bebek hingga jenis sport, termasuk pada ajang balapan sekelas MotoGP.

Fungsi rantai adalah mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang. Rantai dianggap ideal, cocok digunakan baik di jalan halus atau rusak. Karena itu, balapan MotoGP dan ataupun sepeda motor trail lebih memilih memakai rantai. Kelebihan rantai yang lainnya, jika terjadi masalah masih bisa cepat diperbaiki.Berikut Perbedaan antara Rantai Biasa, O-Ring, Serta X-Ring.

Jenis rantai yang dipakai pada motor secara umumnya ada beberapa tipe yakni 415, 420, 428, 428H dan 520. Untuk rantai bertipe 415- 428, biasanya dipakai pada motor jenis bebek, sedangkan rantai 428H-520 biasanya dipakai di motor jenis sport.

 

RANTAI BIASA (TANPA RING)

Rantai ini merupakan jenis yang paling umum ditemui. Pasalnya, harga jual yang dipatok terbilang paling murah dari ketiga jenis tersebut karena tidak dilengkapi ring.

Namun, jenis ini justru yang paling lemah. Karena lempengan mata rantai saling bergesekan, alhasil tidak ada tempat bagi pelumas untuk diam.

Karena itulah rantai tanpa ring butuh dilumasi secara berkala. Usianya pun terbilang pendek karena cepat aus akibat gesekan dua lempengan tersebut.

RANTAI O-RING

Seperti namanya, jenis ini memiliki cincin yang berbentuk layaknya huruf O, atau melingkar. Dibanding rantai tanpa ring, jenis ini terbilang lebih awet. Pasalnya, ring berfungsi sebagai seal untuk menjaga pelumas tetap berada di antara dua lempengan mata rantai.

Meski demikian, pelumasan tersebut terjadi di dalam mata rantai, sehingga bagian luar tetap perlu dilumasi secara berkala.

Selain harga yang lebih mahal dari rantai biasa, kemungkinan kedua logam mata rantai untuk bergesekan masih ada meski menggunakan rantai O-ring. Cincin karet akan menjadi pipih dan membuat kedua logam bergesekan ketika terjadi pemampatan akibat tekanan.

Jika rantai O ring seperti gambar diatas saat mengalami pemampatan, dua pelat logam Rantai yang akan menekan ring karet . . maka ringkaret akan berubah bentuknya ( bahasa kerennya terdeformasi ) menjadi ‘pengek’ dan akan membuat area sentuh (kontak) antara pelat dan kareat ring menjadi luas. Dan ini artinya akan membuat friksi/ gaya gesek akan semakin besar.

Tips Membedakan Jenis Rantai biasa, O-Ring dan X-Ring

RANTAI X-RING

Dari ketiganya, rantai X-ring merupakan jenis yang paling baik. Namun, karena kemampuannya, rantai x-ring merupakan varian yang paling mahal. Fungsinya sama seperti rantai O-ring, yaitu untuk menjaga bagian dalam rantai tetap terlumasi dengan baik.

Yang membedakan ialah bentuknya yang menyerupai huruf X membuat cincin ini tidak menjadi pipih tapi justru terpilin. Hal ini membuat kedua logam tidak akan bergesekan ketika terjadi pemampatan.

Karena kemampuan tersebut, tak heran jika harga jualnya terbilang mahal. Bahkan, rantai X-ring juga diterapkan pada beberapa ajang balap, termasuk WSBK dan MotoGP.

Untuk rantai X-Ring, Seperti gambar di atas saat pemampatan, dua pelat logam Rantai, maka cincin karet nya bukannya malah ‘pengek’ seperti O Ring , tapi terpilin dan area sentuh (kontak) antara pelat logam dengan karet kurang lebih sama dengan tanpa pemampatan.

logis kiranya jika pabrikan pembuat rantai Motor seperti DID berani mengklaim bahwa durabilitas Rantai dengan X Ring dua kali lipat Rantai O Ring dan bahkan untuk race sekelas MotoGP yang dipakai adalah Rantai dengan X Ring . . . Semoga bermanfaat Tipsnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here