Honda CRF 150L First Ride Review Indonesia – Cukup lama Buat Honda membaca pasar motor off road di indonesia. Menurut data IC selama 3 tahun terakhir penjualan motor trail naik sekitar hampir 3 kali lipat, mungkin itulah pemicu Honda untuk mempersiapkan sepeda motor OffRoad atau Trail yang cocok untuk pasar indonesia.

Setelah Honda menghadirkan CRF 1000L afrika twins dan Honda CRF 250 Rally, Honda CRF 150L ini adalah Keluarga yang paling kecil. Inilah jawaban Honda terhadap tumbuhnya pasar motor trail di Indonesia. All New Honda CRF 150L dianggap paling pas buat meladeni kebutuhan para petualang di Tanah Air untuk menjelajah keindahan alam Nusantara.

setelah melakukan riset cukup lama tampaknya inilah jawaban honda untuk pasar indonesia. mereka menyebutkan motor yang pas buat para croser off road di indonesia. yaitu motor ON dan OFF maksudnya coreser bisa menunggakinya di jalur yang beraspal atau medan off road. AHM mencantumkan akhiran L pada Tipe ini , yang artinya adalah License dengan arti umumynya adalah resmi dengan surat-surat dan standar motor jalan raya.

“Jadi arti L dari All New Honda CRF 150 L adalah License. Motor ini sudah lengkap berlisensi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan lampu utama serta lampu belakang,” ucap Thomas Wijaya, Marketing Director PT AHM.

Dari segi bentuknya mirip dengan motor trail keluarga Honda CRF 450 yang berkompetisi di ajang motocross atau enduro cross. seperti kita lihat peleknya menggunakan ukuran 21 inci didepan serta 18 inchi di belakang. dengan ban Dunlop Geomax depan lebar 80mm belakang 110 mm.

motor ini cukup tinggi tidak seperti kakaknya CR 250, dengan tinggi jok hanya 869 mm cukup moderat buat anda yang punya tinggi badan sekitar 170 cm. saat di tunggangi jok sedikit agak turun sehingga masih bisa menapak.

motor ini menggunakan mesin satu silinder 4-tak, SOHC 2katup berpendingin udara, serta sudah menggunakan sistem bahan bakar injeksi. dengan komposisi tersebut Honda CRF 150L ini memeberikan Tenaga maksimum 12,7 dk / 8000 rpm dan torsi maksimunya sekitar 12,43 Nm / 6.500 rpm. cukup untuk di gunakan berpetualang kondisi alam di indonesia ini.

Honda CRF 150L First Ride Review Indonesia

di atas kertas spek tenaga dan torsi tidak terlalu optimis jika dibandingkan motor lain di kelas 150cc yang bisa mencapai 19 daya kuda. CRF 150L mencatat bahwa hanya dibawah 13 daya kuda saja. tapi memang ternyata bukan power yang di cari.

mungkin, inilah yang di maksud honda torsi putaran bawah cukup terasa. memang tarikan tidak terasa kuat, namun motor masih sanggup saat di ajak menanjak. bahkan pada saat menanjak tajam sekalipun tidak perlu mencari momentum atau slip kopling dengan gigi 1.

untuk diajak berpetualang performa mesin 150 cc ini cukup walaupun belum menemukan trak yang cukup ekstrim untuk mencoba torsinya. namun dengan bermain rasio gigi serta upgrade performa ringan CRF 150 L ini bisa lebih menyenangkan.

untuk mendukung aksi dilintasan Honda CRF 150 L ini dilengkapi dengan suspensi yang cukup tinggi. didepan kita lihat ada shockbreaker upside down dengan diameter 37 MM sedangkan di belakang menggunakan Monosuspension Pro link. dipadu dengan rem dengan disckbrake 240 mm serta dibelakang dengan cakram juga dengan diameter 220 mm.

dengan dimensi yang cukup imut membuat Honda CRF 150L ini mudah dikendalikan. riding potition khas banget mototrail tapi agak kekecilan untuk postur yang tingginya 185 cm. respon suspensi cukup baik cukup untuk meredam kontur jalan kasar atau gundukan stinggi sekali pun.

memang tidak banyak fitur yang ditanamkan Honda CRF 150L ini tapi ada satu fitu yang cukup fensi yakni speedometer yang digital. Tapi informasinya terbatas. Anda hanya mendapatkan penunjuk kecepatan, bensin dan odo-trip meter. Jika sedang menjelajah, memang informasi kendaraan bukanlah yang paling penting. Tapi ini motor dua alam, diciptakan juga untuk asyik dikendarai di perkotaan. Rasanya, informasi konsumsi bahan bakar jadi kebutuhan standar.

Apa yangkami suka mengenai Honda CRF 150 L ini yang pertama harganya hanya Rp 31,8 juta. Kehadiran CRF sebagai motor hobi sangat terlambat dibandingkan Kawasaki. Padahal peminat model motor trail dari kalangan pehobi maupun komuter cukup banyak. Semoga saja Honda dengan nama besarnya bisa memanfaatkan momentum sebagai pabrikan Jepang kedua yang merilis di era modern. Sebab jika Yamaha turut bermain, maka persaingan pasti menjadi lebih ketat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here