Moto Guzzi V9 Roamer 2017 Test Ride Review –  Motor-Mototr Cruiser sudah indentik di indonesia dengan motor Harley Davidson. akan tetapi sekarang banyak pilihan tidak hanya motor asal amerika, tapi juga banyak motor-motor lain yang menghadirkan motor bergenre Cruiser.

salah satunya pabrikan asal  italia ini Moto Guzzi menghadirkan motor-motor cruisernya di indonesia salah satunya Moto Guzzi V9 Roamer. bentuknya kelihatan cruiser banget joknya rendah, nampaknya enak sekali buat riding harian. moto guzzi bilang untuk type ini enak buat harian karena bobot motor ini tidak sampe 200 kg.

yang paling menarik dari motor ini Sensai merasakan mesin V twin 90⁰ yang configurasi silindernya agak berbeda dengan Harley Davidson atau ducati yang pakai L twins. mesin ini silindernya mengara ke kiri dan ke kanan.

dengan Genre Motor Cruiser, Moto Guzzi v9 ini pastinya tidak punya jok yang tinggi jarak sedel ketanah ini hanya 785 mm cukup rendah pas untuk postur orang indonesia pada umumnya. selain joknya yang rendah juga tidak terlalu lebar dan juga bobot motor yang tidak terlalu berat.

paduan roda depan dan belakang di depan ban depan 100/90 R19 dan di belakang 150/80 R16. untuk suspensi bagian depanya teleskopik dengan diameter 40mm. sementara suspensi belakang lengan ayun, shockbreker ganda dengan setelan prabeban. mengenai sistem pengermannya di bagian depan menggunakan rem cakram tunggal 320mm(floating), kaliper brembo dengan 4 piston. serta dibelakang menggunakan cakram tunggal 260 mm, kaliper 2 piston.

di bagian setang posisinya tidak terlalu tinggi ke atas. membuat riding nyaman tidak terlalu membungkuk. di bagian tangkinya dengan model teardrop  dengan kapasitas 15 liter. dibagian depan lampunya bergaya klasik. tidak ada teknologi LED semuanya masih memakai bohlam halogen.

spionnya pun bergaya klasik. semuanya di padu dengan krom. motor ini memiliki 3 varian warna yakni warna merah warna kuning dan silver.

Moto Guzzi V9 Roamer 2017 Test Ride Review

Mengusung teknologi Moto Guzzi Traction Control (MGTC) V9 ini dibekali dengan 3 pilihan traction control, 0, 1 dan 2. Nol artinya fitur MGTC ini off yang ditandai dengan indikator warna kuning yang menyala di spidometernya, nah jika MGTC 1 atau 2 aktif, maka indikator tadi mati.

Cara mengganti mode traction control ini cukup tekan tombol MGTC yang berada di dekat switch sebelah kiri, tombol ini ukurannya terbilang mungil jadi tangan harus sedikit melepas genggaman handgrip jika ingin menggantinya ketika di jalan.

Untuk mematikan cukup pencet yang lama tombol MGCT sampai indikator kuning dan simbol yang ada di speedometer mengeluarkan angka 0, begitu juga sebaliknya.Fitur MGTC ini sangat berfungsi ketika riding hujan-hujanan. Ketika diset MGTC 1 dan gas langsung dibetot dalam kondisi hujan, MGTCnya langsung bekerja dengan meng-cut power mesin sehingga tidak ada gejala spin atau selip.

dengan mesin berkonfigurasi V twin ini yang berkapasitas 853 cc mampu menghasilkan tenaga maksimal 55 dk di 6.250 rpm serta torsi maksimum 65 Nm di 5.500 rpm. diameter bore nya 84 mm dan langkah stroke 77 mm.

sensasinya saat menghidupkan mesin ini anda akan merasakan tendangan torsi sehingga dapat menggoyangi motor. karena torsi yang sangat besar ini  Keganasan mesinnya ini mulai terasa saat awal mesin distarter.

Mesin langsung goyang kiri kanan bak muscle car dengan power besar. Pelintir gas lebih besar justru goyangan mesin lebih halus.

Buka gas sedikit saja jambakan terasa sangat kuat. Pantas saat dites meraih kecepatan 0-60 km/jam hanya butuh waktu 3,2 detik saja!

Untuk menempuh jarak menengah, tepatnya 0-402 meter juga singkat, di Racelogic tercatat 15 detik dengan kecepatan 150,4 km/jam.

Sedang di spidometer 160 km/jam kurang sedikit. Berapa top speed yang bisa diraih? Di trek yang panjang sekitar 2 km hanya bisa menyentuh angka 180 km/jam di spidometernya.

Berkat torsi badaknya sehingga jarang main putaran tinggi, konsumsi bensinnya sedang-sedang saja untuk motor berkapasitas 853 cc dan dinaiki rider berbobot 80 kg. Dipakai di Jakarta yang padat, Moto Guzzi V9 Roamer menghabiskan 6,3 liter untuk 100 km atau 15,8 km/liter.

Data Tes:

0-60 km/j: 3,2 detik

0-80 km/j: 4,7 detik

0-100 km/j: 6,5 detik

0-100 meter: 6,6 detik (@99,6 km/j)

0-201 meter: 9,8 detik (@126,6 km/k)

0-402 meter: 15 detik (@150,4 km/j)

Konsumsi bensin: 15,8 km/lt

Data spesifikasi:

Mesin: 4 langkah 90° V-twin

Kapasitas: 853 cc

Bore x stroke: 84 x 77 mm

Pendinginan: udara dan oli

Rasio kompresi: 10,5:1

Sistem bahan bakar: Marelli MIU single-body electronic injection, integrated management of traction control on 2 levels Starting: elektrik

Pembuangan: stainless steel, 2-in-2 type, three-way catalytic converter with double lambda probe

Standar emisi: Euro 4

Tenaga maks.: 55 dk @ 6.250 rpm

Torsi maks.: 65 Nm @ 5.500 rpm

Transmisi: 6 percepatan

Sasis: ALS steel twin tube cradle frame

Suspensi depan: teleskopik diameter 40 mm

Suspensi belakang: swing arm, twin sokbreker adjustable spring preload

Rem depan: single 320 mm floating, Brembo 4 piston

Rem belakang: single 260 mm fix, 2 piston

Pelek depan:     2.50 x 19

Pelek belakang: 4.00 x 16

Ban depan: 100/90-19

Ban belakang:     150/80-16

P x L x T: 2.240 x 865 x 1.165 mm

Tinggi jok: 785 mm

Jarak sumbu roda: 1.465 mm

Bobot basah: 199 kg

Kapasitas tangki: 15 liter (cadangan 4 liter)

Battery : 12 V-18 Ah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here